Tembus Blokade AS, Kapal Raksasa Iran Bawa Minyak Rp3,8 T Masuk Perairan Indonesia

Oleh Fikri Ananda 03 Mei 2026, 20:44 WIB 27 Views

BANUAINSIDE.NET, JAKARTA – Sebuah kapal supertanker raksasa milik Iran dilaporkan berhasil memperdaya pengawasan ketat dan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Membawa kargo minyak mentah senilai ratusan juta dolar, kapal tersebut kini terdeteksi tengah melakukan manuver senyap membelah perairan Indonesia.

Berdasarkan laporan dari lembaga pemantau pergerakan maritim TankerTrackers yang dikutip Times of India dan Anadolu Agency (AA), kapal berjenis Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC) itu memuat lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah. Nilai kargo raksasa ini ditaksir mencapai US$220 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.

Keberhasilan kapal yang diidentifikasi bernama lambung HUGE (IMO: 9357183) ini menembus blokade ketat AS tak lepas dari taktik penghindaran di lautan. Data pelacakan menunjukkan bahwa kapal ini sengaja mematikan pancaran sistem identifikasi otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu saat meninggalkan Selat Malaka, sehingga pergerakannya tak terendus armada militer Washington.

“Sebuah supertanker NITC yang membawa penuh minyak mentah sukses menghindari Angkatan Laut AS dan telah mencapai kawasan Timur Jauh,” ungkap TankerTrackers dalam pernyataannya.

Setelah jejak terakhirnya sempat terpantau di lepas pantai Sri Lanka lebih dari sepekan yang lalu, pergerakan terbaru mencatat kapal ini sedang melintasi Selat Lombok dan terus bergerak mengarah ke Kepulauan Riau (Kepri).

Lolosnya supertanker HUGE ini seolah menepis klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya sesumbar bahwa Washington telah menguasai penuh Selat Hormuz.

Pihak AS sempat mengklaim operasi blokade terhadap Teheran yang dimulai sejak 13 April lalu berjalan sangat sukses, bahkan militer mereka mengaku telah memaksa putar balik 41 armada yang berafiliasi dengan Iran.

Sanksi dan blokade maritim ini awalnya dirancang AS sebagai senjata untuk mencekik urat nadi ekonomi Iran, yang diklaim telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dan memangkas habis ekspor minyak negara tersebut.

Namun, realita di lautan justru menunjukkan celah dari kepungan tersebut. Media pemerintah Iran dengan percaya diri mengeklaim bahwa sedikitnya 52 kapal, termasuk 31 kapal tanker minyak, secara mulus berhasil melewati penjagaan ketat AS hanya dalam kurun waktu 72 jam di jalur vital Selat Hormuz yang menyumbang 20 persen lalu lintas energi global tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *