BANUAINSIDE.NET – Gelombang kedatangan jemaah haji asal Indonesia di Tanah Suci terus berlangsung lancar. Hingga akhir pekan ini, tercatat lebih dari 71 ribu jemaah telah mendarat dengan selamat di Kota Madinah, sementara belasan ribu lainnya mulai bergerak secara bertahap menuju Makkah untuk persiapan puncak ibadah.
Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj), Maria Assegaff, merinci bahwa total ada 184 kelompok terbang (kloter) yang membawa 71.362 jemaah beserta 733 petugas telah menginjakkan kaki di Madinah.
Angka ini merupakan bagian dari akumulasi 192 kloter yang sudah diterbangkan dari Tanah Air.
“Arus pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga berjalan sangat kondusif. Saat ini sudah ada 36 kloter dengan total 14.503 jemaah yang tiba di Makkah untuk menunaikan umrah wajib sebelum nantinya wukuf di Arafah,” jelas Maria dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).
Pemerintah menaruh perhatian ekstra pada kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas. Sebagai bentuk komitmen layanan yang inklusif, Kemenhaj mengoperasikan 452 armada Bus Sholawat yang siaga 24 jam penuh di Makkah.
Menariknya, 52 unit di antaranya telah dilengkapi teknologi hidrolik agar lebih ramah bagi jemaah berkursi roda.
Bus yang melayani 21 rute ini bertugas mengantar-jemput jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik sentral: Terminal Jiad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Di sektor kesehatan, tim medis terus bekerja ekstra. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 6.823 jemaah tengah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 orang harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 lainnya ditangani di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Di tengah padatnya rangkaian ibadah, Kemenhaj turut mencatat kabar duka. Sebanyak 7 orang jemaah dilaporkan wafat, di mana mayoritas disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru.
Terkait hal ini, Maria menegaskan bahwa seluruh jemaah yang tutup usia dipastikan akan mendapatkan hak badal haji yang diurus oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Menghadapi suhu Kota Makkah yang diprediksi bisa menyengat hingga 43 derajat Celsius, Maria memberikan imbauan keras kepada seluruh jemaah agar pandai-pandai mengatur ritme ibadah.
“Kami meminta jemaah untuk memperbanyak minum air putih, wajib memakai alat pelindung diri (seperti payung atau kacamata) saat keluar pemondokan, dan hindari aktivitas fisik yang berat di siang hari bolong. Jika kondisi tubuh mulai menurun, jangan ragu untuk langsung melapor ke petugas,” pungkasnya.
Editor: Fikri Ananda

